11141762_949392488415189_478747336787282727_n

 

 

 

Kyuhyun menggoyangkan ponsel di tangannya setelah pintu kamar hotel terbuka, mengangkat sebelah alis dan berdecak.

“Aku merasa seperti seorang gigolo,” ucapnya dengan bahu yang bersandar pada ambang pintu. “Melakukan affair panas dengan seorang wanita kaya raya, datang ke hotel pada jadwal yang ditentukan.”

“Penerbanganku dua jam lagi,” wanita itu menyahut.

“Banyak yang bisa kulakukan dalam dua jam.” Senyumnya tersungging miring.

“Mau masuk sebelum kau ketahuan?”

“Tentu. Aku kan tidak mau dituduh menjual diri dan ditangkap polisi.”

Hye-Na dengan sengaja menjulingkan mata, membiarkan pria itu tergelak, dan mengunci pintu. Sembari berbalik, dia bertanya, “Bagaima—”

Ucapannya teredam, punggungnya membentur dinding, dan jemarinya dengan refleks mencengkeram mantel biru yang pria itu kenakan untuk berpegangan. Tangan pria itu merangkum kedua sisi wajahnya, bibirnya tidak bergerak, hanya menekan dalam-dalam, dengan mata terpejam. Beberapa detik berlalu hingga pria itu kembali membuka mata, melepaskannya, lalu memegangi bahunya sejauh rentangan tangan. Tanpa berkata apa-apa, pria tersebut memandanginya lekat-lekat dari puncak kepala hingga ujung kaki. Lambat-lambat, seolah dia memiliki seluruh waktu di dunia untuk melakukannya. Kemudian pandangannya kembali ke mata Hye-Na. Sudut bibirnya terangkat naik membentuk senyuman sebelum dia berkata dengan nada ringan, “Kau tadi ingin bertanya apa?”

Hye-Na bersandar ke dinding, membalas tatapan Kyuhyun yang masih terlalu intens terarah padanya, dan berujar, “Sudah dua minggu ya.”

“Kau selalu bertanya kapan aku akan punya proyek dengan Taeyeon~ssi. Hari ini impianmu terkabul. Dan bekerja sama dengannya menyenangkan. Kurasa.”

“Kita sudah bisa saling menjawab pertanyaan tanpa perlu bertanya langsung sekarang?”

Kyuhyun tidak menjawab, hanya mengedarkan pandang ke sekeliling kamar, ke pemandangan pantai yang terlihat dari balik jendela kaca besar, dan langit sore yang semakin menua.

Honeymoon suite room. Senja. Pulau Jeju. Kalau aku tidak mengenalmu,” ucapnya, “aku pasti berpikir bahwa kau sedang merayuku.”

“Kau tidak mengenalku kalau begitu,” balas Hye-Na santai.

Kyuhyun menyipitkan mata. “Kurasa ada gunanya juga berpisah darimu selama berminggu-minggu. Kau jadi lebih liar daripada biasa.”

Dia melangkah mendekat, meraih sejumput rambut ikal istrinya yang tergerai dan menyusurinya dengan telunjuk.

“Masalahnya, Na~ya…,” bisiknya, “aku lebih memilih menjadi pihak yang harus merayumu mati-matian daripada harus berhari-hari tidak melihatmu sama sekali.”

 

***

 

Kyuhyun duduk di pinggir ranjang, memandangi Hye-Na yang berdiri di depannya dengan jemari yang bergerak melepas ikatan pita di bagan leher blusnya dan beranjak menanggalkan kancing teratas. Kening wanita itu berkerut dan tatapannya tampak penuh konsentrasi saat turun ke kancing berikutnya, membuat Kyuhyun harus menahan diri dengan susah payah agar tidak tertawa.

“Kau sama sekali tidak berbakat menjadi penari striptease,” komentarnya.

“Bagaimana bisa mereka melakukannya tanpa malu?” Wanita itu berkata dengan jengkel, nyaris merenggut kancing terakhir dari benangnya karena hilang kesabaran.

“Kau bahkan belum meliuk-liukkan tubuhmu sebagai pembukaan dan kau sudah merasa kesal?”

“Sepertinya kau hafal sekali langkah-langkahnya,” sentak Hye-Na geram setelah berhasil meloloskan diri dari blusnya yang menyusahkan.

“Kau satu-satunya wanita yang pernah telanjang di depanku,” sahut Kyuhyun kalem.

“Apa aku harus merasa bangga?”

Hye-Na naik ke atas pangkuan Kyuhyun dan pria itu kontan menelan ludah. Dengan sehelai tank-top hitam tipis, celana jeans ketat, dan rambut tergerai bebas, wanita tersebut jelas tidak perlu melakukan apa-apa lagi untuk menggodanya.

“Apa kita akan melakukan seks kilat?”

Hye-Na mendelik. “Kau melakukan seks dengan pelacur. Istilahnya adalah bercinta jika kau melakukannya dengan istrimu.”

Kyuhyun mendongakkan kepala karena posisi wajah Hye-Na lebih tinggi darinya. Wanita itu menunduk, mengelus pipinya, dan rambutnya membentuk birai di sekeliling mereka. Aroma samponya memenuhi indra penciuman Kyuhyun dan pria itu tanpa bisa dicegah mengerang, bahkan sebelum bibir Hye-Na menyentuh bibirnya dalam gerakan ragu-ragu. Jemarinya dengan mantap memegangi bagian belakang kepala wanita itu, mulutnya membuka, dan tubuhnya menyambut penuh suka cita.

“Film apa lagi yang baru saja kau tonton sampai kau memutuskan menyerangku seperti ini?” tanyanya.

“Kurasa lebih baik kau diam, Cho Kyuhyun.”

Bibir wanita itu menyusuri rahangnya, jari-jarinya merayap ke balik kaus dalam yang dia kenakan, dan….

“Tunggu!” Hye-Na berseru, meraih ponselnya, dan mengecek sesuatu. “Sialan. Aku lupa. Ini bukan masa suburku.”

Wanita itu melompat turun dari pangkuan Kyuhyun yang masih belum sepenuhnya sadar.

“Apa kau bilang?”

“Ini bukan masa suburku,” ulangnya.

“Lalu?”

“Tidak ada gunanya jika aku bercinta denganmu sekarang,” jawab Hye-Na dengan nada tak peduli, masih sibuk memandangi layar ponselnya.

“Sejak kapan bercinta denganku menjadi kegiatan fungsional, hah?” desis Kyuhyun dengan mulut terkatup, siap meradang.

“Sejak aku membutuhkan spermamu untuk menghasilkan anak.”

“Kembali ke sini sekarang juga atau aku akan—”

“Kurasa ini bukan waktunya untuk mengurusi nafsumu.” Mata wanita itu berubah membelalak, masih memandangi sesuatu di layar ponselnya.

“Maaf, Nyonya Cho, tapi aku sudah tidak menyentuhmu selama berminggu-minggu dan kalau-kalau kau lupa, aku ini pria yang memiliki kebutuhan. Aku sudah menahan diri untuk tidak menerjangmu saat kau membukakan pintu untukku dan sekarang kau dengan semena-mena—”

Hye-Na membungkam Kyuhyun dengan mengacungkan ponselnya ke depan wajah pria tersebut.

“Kurasa hubungan kita baru saja ketahuan.”

Kyuhyun menatap bosan. “Lalu?”

Hye-Na tentu saja tidak melewatkan binar jail yang terlihat sekilas di mata Kyuhyun sebelum pria itu dengan sengaja mengalihkan pandang.

“Kalau kau ada hubungannya dengan semua ini—”

“Tentu saja ada hubungannya. Itu kan fotoku.”

“Aku akan mengurusmu nanti, tapi aku akan memberi pelajaran pada Hyun-Mi sekarang juga.” Hye-Na meraih blusnya dan kembali memakainya dengan tergesa-gesa.

“Dia itu sahabat baikmu. Dan dia orang yang menyenangkan.”

“Kenapa kalian terobsesi sekali membawa hubungan ini ke muka publik?” sahut wanita itu gusar.

Kyuhyun mencekal pergelangan tangan Hye-Na dan menghentikan gerakannya mengancingkan blus.

“Dan sampai kapan aku harus menyembunyikan kita dari publik?” cecarnya. “Aku sudah lelah. Apa kau tidak?”

Hye-Na mengerjap. Cengkeraman Kyuhyun melonggar dan pria itu menghela napas berat. Jadi Hye-Na mendekat, menyentuhkan kening ke bagian atas dada pria itu—bagian yang bisa dicapai oleh tinggi badannya yang tidak seberapa.

“Kita akan bertengkar karena masalah yang sama lagi, bukan?”

Kyuhyun memejamkan mata sesaat, lalu menunduk dan mengecup sekilas puncak kepala wanita itu dengan bibirnya.

“Tidak,” dia menukas.

“Aku akan tinggal.”

Kyuhyun membungkukkan tubuh lebih rendah, memeluk Hye-Na dengan sebelah lengan, dan membenamkan hidungnya ke pundak wanita tersebut.

“Pergilah,” bisiknya. “Dan kembali padaku,” lanjutnya. “Segera.”

 

***

 

Beberapa jam sebelumnya….

Annyeong, Kyuhyun Oppa!” Hyun-Mi melambaikan tangan riang dan terkekeh geli saat pandangan Kyuhyun malah terarah ke belakang tubuhnya, seolah sedang mencari-cari sesuatu. Seseorang, lebih tepatnya.

“Dia sedang ada meeting,” beri tahu Hyun-Mi.

“Dia tidak bilang kalau dia sedang di Jeju.”

“Pukul 7 nanti dia harus ke Paris. Kami akan merilis brand pakaian terbaru besok lusa. Tapi tenang saja, dia berencana menemuimu nanti sore.”

“Lalu? Kau ke sini untuk menyampaikan pesan? Dia kan bisa meneleponku saja.”

“Tidak. Aku ke sini untuk berbisnis denganmu.” Hyun-Mi mengacungkan ponselnya. “Lihat! Aku berhasil mengambil fotonya tadi. Dia memang tersenyum, tapi setelah sadar apa yang kulakukan, dia berambisi untuk mencekikku. Tapi, lupakan itu. Yang ingin aku tawarkan adalah kesempatan untuk mencari tahu selera pasar.”

“Ya?”

“Begini,” ucap Hyun-Mi girang, “kau lihat posenya? Nah, kau tinggal meniru gayanya dan aku akan memotretmu. Latar belakang pantai, sama-sama di Jeju, publik akan mulai menebak-nebak. Aku akan mengunggah foto Hye-Na duluan agar dia tidak dicurigai mencoba menirumu,” jelasnya. “Setelah itu, semuanya diserahkan pada imajinasi publik. Yang kalian khawatirkan pastilah pendapat penggemarmu kalau kau tersangkut skandal. Melalui tanggapan mereka tentang foto ini, kalian bisa mempersiapkan diri. Apakah lebih banyak yang kontra atau malah kalian akan memiliki pendukung?”

“Kenapa kau tiba-tiba terpikir melakukan ini?”

“Karena istrimu dan ketakutan-ketakutannya. Dia itu terlalu banyak berpikir. Aku jadi bosan sendiri. Jelas kau tidak setuju dengan cara berpikirnya.”

“Akhirnya ada juga yang berpikir objektif di sini.”

“Jadi, bagaimana?”

Kyuhyun mengangkat bahu. “Cepat foto aku.”

 

***

 

SOMETHING SUSPICIOUS BETWEEN SUPER JUNIOR KYUHYUN & THE HEIR OF HAN GROUP, HAN HYE-NA?

Jeju

Jeju Island. Beach. Today. Same pose. I don’t know, but it’s too much coincidence. First the pre-wedding photos, now this. Are they dating?

 

COMMENTS:

When she was asked about her ideal man, suddenly she mentioned Kyuhyun out of nowhere as her ideal husband. It’s definitely something going on between them.

– Aku sudah tahu mereka ada apa-apanya setelah melihat foto pre-wedding mereka di majalah. Tatapan Kyuhyun~ssi jelas menunjukkan sesuatu. Lagi pula, selama ini aku memperhatikan Han Hye-Na. Dia tidak akan bersikap senyaman itu di dekat orang asing. Pose mereka terlalu intim. Tatapan mereka terlalu intens.

 

– Entah. Tapi Han Hye-Na adalah wanita yang sangat terkenal saat ini padahal dia bahkan bukan artis. Dia wanita terkaya di Korea! Dan pilihannya jatuh pada Kyuhyun? Maksudku, dia bisa mendapatkan pria mana pun yang dia mau. Kalau aku jadi dia, sudah pasti pilihan pertamaku jatuh pada Song Joong-Ki. Dia bahkan pernah digosipkan dengan Ji Chang-Wook! Apakah menjadi kaya dan luar biasa cantik membuatmu dikelilingi pria-pria tampan? Kurasa sekarang fotonyalah yang banyak disodorkan oleh perempuan-perempuan yang ingin operasi plastik.

– Aku sedang liburan di Swiss saat mendengar Kyuhyun Oppa sedang melakukan syuting MV. Aku ada di sana dan menyaksikan sendiri Hye-Na Eonni juga sedang melakukan syuting iklan tidak jauh dari lokasi syuting Kyuhyun Oppa. Dan dengan tegas kukatakan bahwa mood Kyuhyun Oppa tampak buruk sekali setelah Hye-Na Eonni dicium pria-super-tampan-entah-siapa yang menjadi lawan mainnya.

– Kurasa mereka berdua harus waspada. Mereka akan menjadi sorotan sekarang dan jika mereka memang memiliki hubungan, entah sudah berapa lama, dan berhasil menyembunyikannya sampai sekarang, mereka harus berhenti berpikir bahwa mereka aman. Aku bahkan heran kenapa mereka lama sekali baru ketahuan. Ini akan menjadi skandal yang luar biasa heboh!

– Pertama Sungmin, dan sekarang ini. Apa mereka tidak memikirkan pengaruhnya pada Super Junior? Kyuhyun salah satu member dengan penggemar terbanyak, kariernya bisa tamat.

– Entah kenapa aku suka melihat mereka berdua. Chemistry mereka tidak bisa diabaikan begitu saja. Cantik, tampan, cerdas, kaya, terkenal. Mereka sama-sama diinginkan dan digilai banyak orang. Jika gosipnya benar, mereka berdua beruntung mendapatkan satu sama lain.

 

– Han Hye-Na sudah terlalu banyak tersangkut skandal dengan banyak pria tampan. Aku kasihan dengan Kyuhyun jika dia mendapatkan wanita seperti itu.

– Biasanya para aktrislah yang menikah dengan pengusaha-pengusaha kaya. Baru kali ini ada skandal antara idol pria dan pengusaha wanita. Menarik juga.

– Kalau karier Kyuhyun tamat, dia akan menjadi direktur perusahaan. Yang kupikirkan adalah member Super Junior yang lain. Yah… kalau Han Hye-Na punya hati, dia pasti tidak akan lepas tangan, bukan?

– Kudengar Han Hye-Na punya terlalu banyak uang. Kenapa dia tidak beli SM saja agar semua pihak senang?

– Aku memiliki ilusi bahwa Kyuhyun Oppa akan melajang selamanya. Dunia nyata sangat pahit. Aku tidak ingin memercayainya.

 

– Aku tahu banyak penggemar fanatik Kyuhyun yang akan membenci Han Hye-Na dan diam-diam aku akan tertawa karena aku yakin mereka tidak punya ejekan apa pun untuk membuatnya terlihat buruk. Dia cantik tanpa operasi plastik, luar biasa kaya, dan pintar. Dia hanya terlalu sempurna sehingga kalian tidak punya pilihan selain membencinya.

– Aku lebih penasaran tentang bagaimana mereka berkenalan. Maksudku, pemotretan pre-wedding itu jelas bukan kali pertama.

– Mereka sama-sama sedang berada di puncak karier, kenapa mereka harus merusaknya sekarang?

 

– Kakakku bekerja di perusahaan Han Group. Kantor utama. Dan dia bilang ada desas-desus bahwa pewaris Han Group sebenarnya sudah menikah. Aku tidak bisa membayangkan kehebohan yang akan terjadi jika itu terbukti benar.

– Jika mereka memang berhubungan dan tidak ketahuan sampai sekarang, aku yakin itu ada hubungannya dengan kekayaan yang Han Hye-Na miliki. Dia bisa dengan mudah menyumbat mulut wartawan dengan uangnya.

– Han Hye-Na punya banyak hotel dan restoran. Kalian pikir bagaimana mereka bisa lolos dari pengamatan wartawan? Mereka memiliki banyak tempat kencan tersembunyi. Pengaruh Han Group terlalu besar, tidak semua orang akan sembarangan berbicara dan membuka rahasia.

– Aku penasaran dengan klarifikasi yang akan diberikan SM dan Han Group. Skandal ini bisa semakin melejitkan nama keduanya atau malah mengakhiri karier Kyuhyun. Yah, Han Hye-Na tentu saja aman. Siapa yang berani mengusik dia memangnya?

– Mungkin wartawan harus lebih jeli dan bergerak cepat jika mereka pergi ke luar negeri di waku yang bersamaan. Bukankah sekarang sedang tren para artis yang berkencan diam-diam di luar negeri?